March 19, 2009

Dua Manusia Super

Siang ini 6 February 2008, tanpa sengaja, saya bertemu dua manusia super. Mereka mahluk mahluk kecil, kurus, kumal berbasuh keringat. Tepatnya di atas jembatan penyeberangan Setiabudi, dua sosok kecil berumur kira kira delapan tahun menjajakan tissue dengan wadah kantong plastik hitam. Saat menyeberang untuk makan siang mereka menawari saya tissue di ujung jembatan, dengan keangkuhan khas penduduk Jakarta saya hanya mengangkat tangan lebar-lebar tanpa tersenyum yang dibalas dengan sopannya oleh mereka dengan ucapan "Terima kasih Oom !" Saya masih tak menyadari kemuliaan mereka dan cuma mulai membuka sedikit senyum seraya mengangguk ke arah mereka.

Kaki-kaki kecil mereka menjelajah lajur lain di atas jembatan, menyapa seorang laki laki lain dengan tetap berpolah seorang anak kecil yang penuh keceriaan, laki laki itupun menolak dengan gaya yang sama dengan saya,
lagi lagi sayup-sayup saya mendengar ucapan terima kasih dari mulut kecil mereka. Kantong hitam tempat stok tissue dagangan mereka tetap teronggok di sudut jembatan tertabrak derai angin Jakarta. Saya melewatinya dengan lirikan ke arah dalam kantong itu, duapertiga terisi tissue putih berbalut
plastik transparan. Setengah jam kemudian saya melewati tempat yang sama
dan mendapati mereka tengah mendapatkan pembeli seorang wanita, senyum di wajah mereka terlihat berkembang seolah memecah mendung yang sedang
menggayut langit Jakarta.
"Terima kasih ya mbak ... semuanya dua ribu lima ratus rupiah!" tukas mereka, tak lama si wanita merogoh tasnya dan mengeluarkan uang sejumlah sepuluh ribu rupiah. "Maaf, nggak ada kembaliannya ... ada uang pas nggak mbak ?" mereka menyodorkan kembali uang tersebut. Si wanita menggeleng, lalu dengan sigapnya anak yang bertubuh lebih kecil menghampiri saya yang tengah mengamati mereka bertiga pada jarak empat meter. "Oom boleh
tukar uang nggak, receh sepuluh ribuan ?" suaranya mengingatkan kepada anak lelaki saya yang seusia mereka. Sedikit terhenyak saya merogoh saku celana dan hanya menemukan uang sisa kembalian food court sebesar empat ribu rupiah. "Nggak punya!", tukas saya. Lalu tak lama si wanita berkata
"Ambil saja kembaliannya, dik !" sambil berbalik badan dan meneruskan langkahnya ke arah ujung sebelah timur. Anak ini terkesiap, ia menyambar uang empat ribuan saya dan menukarnya dengan uang sepuluh ribuan tersebut dan meletakkannya kegenggaman saya yang masih tetap berhenti, lalu ia
mengejar wanita tersebut untuk memberikan uang empat ribu rupiah tadi. Si wanita kaget, setengah berteriak ia bilang "Sudah buat kamu saja , nggak apa..apa ambil saja !", namun mereka berkeras mengembalikan uang
tersebut. "Maaf mbak, cuma ada empat ribu, nanti kalau lewat sini lagi saya kembalikan !"
Akhirnya uang itu diterima si wanita karena si kecil pergi meninggalkannya.
Tinggallah episode saya dan mereka. Uang sepuluh ribu digenggaman saya tentu bukan sepenuhnya milik saya. Mereka menghampiri saya dan berujar "Om, bisa tunggu ya, saya ke bawah dulu untuk tukar uang ketukang ojek
!" "Eeh ... nggak usah ... nggak usah ... biar aja ...nih !" saya kasih uang itu ke si kecil, ia menerimanya, tapi terus berlari ke bawah jembatan menuruni tangga yang cukup curam menuju ke kumpulan tukang ojek. Saya hendak meneruskan langkah tapi dihentikan oleh anak yang satunya, "Nanti dulu Om, biar ditukar dulu ...sebentar." "Nggak apa apa, itu buat kalian" lanjut saya.
"Jangan ... jangan oom, itu uang oom sama mbak yang tadi juga" anak itu bersikeras. "Sudah ... saya ikhlas, mbak tadi juga pasti ikhlas !", saya berusaha membargain, namun ia menghalangi saya sejenak dan berlari ke ujung jembatan berteriak memanggil temannya untuk segera cepat.
Secepat kilat juga ia meraih kantong plastik hitamnya dan berlari kearah saya.
"Ini deh om, kalau kelamaan, maaf ..". Ia memberi saya delapan pack tissue.
"Buat apa ?", saya terbengong "Habis teman saya lama sih oom, maaf, tukar pakai tissue aja dulu". Walau dikembalikan ia tetap menolak.
Saya tatap wajahnya, perasaan bersalah muncul pada rona mukanya. Saya kalah set, ia tetap kukuh menutup rapat tas plastic hitam tissuenya. Beberapa saat saya mematung di sana, sampai si kecil telah kembali dengan genggaman uang receh sepuluh ribu, dan mengambil tissue dari tangan saya serta
memberikan uang empat ribu rupiah."Terima kasih Om !"..mereka kembali keujung jembatan sambil sayup-sayup terdengar percakapan, "Duit mbak tadi gimana ..?" suara kecil yang lain menyahut, "Lu hafal kan orangnya, kali aja ketemu lagi ntar kita kasihin .......". Percakapan itu sayup sayup menghilang, saya terhenyak dan kembali ke kantor dengan seribu perasaan.

Ya Allah ......
Hari ini saya belajar dari dua manusia super, kekuatan kepribadian mereka menaklukan Jakarta membuat saya trenyuh, mereka berbalut baju lusuh tapi hati dan kemuliaannya sehalus sutra, mereka tahu hak mereka dan hak orang lain, mereka berusaha tak meminta minta dengan berdagang tissue.
Dua anak kecil yang bahkan belum baligh, memiliki kemuliaan di umur mereka yang begitu belia.

Mohon maaf, cerita ini posting dari tetangga yang diijinkan untuk di copy ulang. (pakdhe)

Read this post till end

February 14, 2009

Bagaimana meng-Upload File ke Geocities?

Assalamu'alaikum wr.wb.

Dulu saya sama sekali tak faham bahwa banyak sekali fasilitas diinternet yang bermanfaat. Geocities, photobucket dan banyak fasilitas lain sama sekali tak saya hiraukan. Ketika ke internet yang saya cari ya hanya jurnal dan jurnal. Karena memang itu dunia saya waktu itu. Sekarang, saya mencoba untuk berbagi informasi yang dulu tak pernah saya lakukan, ya melalaui blog ini…
Hehehe lama buanget prolognya kita coba perlahan ya:
  1. Kalo sudah punya account yahoo, jadi lebih mudah. Tinggal masuk ke www.geocities.com, lalu masukkan password account yahoo sobat, jadi deh account geocitiesnya. Hehehe
>Kalo itu ya udah pada bisa ya, wakakakaka.
  1. Kalo belum punya daftar dulu di Yahoo.
  2. Cari tulisan Sign Up, klik link-nya
  3. Didalamnya banyak isian yang harus diisikan, isi aja semua sampai puas.
  4. Selesai… dan sobat sekarang punya account Yahoo yang otomatis punya email dan account ke geocities.
Sekarang bagaimana mengupload file ke geocities?
  1. Masuk ke www. geocities.com
  2. Cari tulisan sign in (Gak tau knapa tulisannya keciiiil bgt ada di sudut agak kiri atas)
  3. Ketik username dan password yahoo sobat, dan sekarang sobat sudah masuk ke geocities kan?
  4. Klik tulisan manage > easy upload > dan tinggal browse ayjyah file yang mau diupload.
  5. Selesai.
Sekarang untuk memanggil file sobat ketik ajah http://www.geocities.com/account sobat/file sobat

Selesai. Semoga bisa membantu sobat.

Wassalamu'alaikum wr.wb.

Read this post till end

February 7, 2009

Syntax Penelitian Eksperimen

Assalamu'alaikum wr.wb.

Pagi ini saya mencoba memulai lagi menulis artikel mengenai syntax penelitian. Apa itu syntax? Dalam bahasa matematika syntax sama artinya dengan algoritma, yaitu tata kala berpikir logis. Atau bahasa singkatnya adalah urut-urutan berpikir logis. Jadi syntax penelitian adalah urut-urutan penelitian yang logis.

Ok kita mulai artikelnya, klik dulu read more-nya ya.

EKSPERIMEN atau PTK?

Dalam artikel ini barangkali saya baru mengkhususkan diri kepada penelitian berjenis eksperimen. Mengapa Eksperimen? Mahasiswa bimbingan saya pada kenyataannya adalah calon guru. Masih CALON, jadi belum menjadi guru, sehingga secara prinsip tak mungkin mahasiswa memiliki murid didik dalam kelas yang sesungguhnya. Dalam artikel yang lain, saya akan coba ungkap lebih lanjut mengenai prinsip-prinsip PTK (Penelitian Tindakan Kelas).

Penelitian eksperimen hakekatnya adalah mengubah system. Artinya ketika peneliti melaksanakan penelitian maka si peneliti melakukan suatu perubahan yang terstruktur yang direncanakan dengan matang untuk menjawab permasalahan dan membuktikan hipotesis yang diberikan. Ketika seorang mahasiswa calon guru melaksanakan penelitian, praktis dia telah membawa suatu perubahan. Perubahan tersebut sekurangnya adalah mahasiswa berubah peran menjadi guru. System yang berubah adalah, murid yang biasanya diajar oleh guru kelas, diubah diajar oleh mahasiswa calon guru.

Jadi, menurut saya, untuk mahasiswa calon guru, tidak ada pilihan lain selain melaksanakan penelitian Eksperimen.

SYNTAX PENELITIAN EKSPERIMEN.

Ada beberapa prinsip dasar penelitian eksperimen. Hal ini nantinya terkait dengan syntax penelitian yang dilakukan. Prinsip tersebut yaitu:
1. mengenal populasi dan sampel
2. pemilihan sampel harus dengan random sampling
3. prinsipnya adalah menguji hipotesis yang disusun
4. menggunakan statistika dalam pengujian hipotesis
5. hasil penelitian dapat digeneralisasi ke populasi

Dalam rangka menetapi pronsip dasar penelitian eksperimen, syntax penelitian eksperimen sekurangnya harus memenuhi tahapan sebagai berikut.

1) POPULASI

Untuk penelitian pendidikan, data yang dikumpulkan biasanya adalah data hasil belajar siswa, sehingga distribusi data pada populasi diasumsikan berdistribusi normal. Pada tahapan populasi ini seorang peneliti eksperimen disarankan untuk melakukan pengujian kenormalan (uji normalitas populasi) untuk mengetahui kenormalan data. Data yang digunakan adalah data hasil belajar sebelum dilaksanakan penelitian. Pengujian kenormalan populasi dapat menggunakan uji chi kuadrat atau uji sampel Kolmogorov Smirnov Z di SPSS.

Selanjutnya, sebagai syarat pengambilan sampel secara random, maka yang dilakukan berikutnya adalah pengujian kehomogenan populasi (uji homogenitas populasi). Pada pengujian kehomogenan ini, saya lebih memilih menggunakan uji Bartlett atau uji Levenne daripada pengujian menggunakan uji F. Pengujian menggunakan uji bartlett atau levenne lebih akurat untuk populasi, sedangkan uji F lebih akurat untuk pengujian di sampel.

Setelah populasi dinyatakan normal dan homogen, maka pengambilan sampel melalui teknik random sampling menjadi sah untuk dilakukan.

2) SAMPEL: Sebelum Pemberian Eksperimen

Setelah sampel berhasil dipilih, maka langkah selanjutnya melakukan pengujian di tingkat sampel. Ibarat akan mengadu dua buah mobil balap, maka prinsip dari suatu balapan adalah berawal dari start yang sama. Untuk mengetahui apakah sampel berawal dari kondisi yang serupa, maka perlu dilakukan pengujian kehomogenan sampel. Data yang digunakan boleh sama dengan data yang digunakan untuk pengujian kehomogenan populasi.

Untuk pengujian kehomogenan sampel, teknik yang dilakukan sama dengan teknik pengujian kehomogenan populasi.

Setelah sampel dinyatakan homogen dan berawal dari suatu kondisi yang sama maka eksperimen dapat segera dilaksanakan.

3) SAMPEL: Setelah Dilaksanakan Penelitian

Setelah penelitian (pemberian perlakuan dan pengumpulan data) langkah selanjutnya adalah melakukan pengujian terhadap data. Pengujian tersebut antara lain:

a) pengujian kenormalan data

Tata cara pengujian kenormalan pada data ini sama dengan pengujian kenormalan pada populasi. Tujuan dari pengujian kenormalan ini adalah mengetahui distribusi dari data hasil penelitian. Jika distribusi data hasil penelitian diketahui normal, maka hasil penelitian dapat digeneralisasi kepopulasi. Dengan kata lain, perlakuan yang dikenakan kepada sampel, diasumsikan akan menghasilkan produk yang tidak jauh berbeda jika perlakuan dikenakan pada populasi. Mekanisme pengujian kenormalan dapat menggunakan uji chi kuadrat atau uji kolmogorov-smirnov Z di SPSS.

b) pengujian kehomogenan data

Setelah pengujian kenormalan, langkah selanjutnya adalah pengujian kehomogenan data. Mekanisme pengujian kehomogenan data sedikit berbeda dengan pengujian kehomogenan data populasi di awal tadi, demikian pula tujuan pengujiannya. Pada pengujian kehomogenan kali ini, alat ujinya cuup menggunakan uji F yang jauh lebih sederhana (membandingkan varians terbesar dan terkecil saja untuk kemudian dikonsultasikan ke tabel). Tujuan pengujian juga berbeda yaitu untuk memilih rumus yang digunakan.

Ambil contoh, jika sampel yang digunakan adalah dua kelas, sehingga mekanisme pengujian hipotesisnya menggunakan uji beda dua pihak, misalkan uji t. Pengujian uji beda menggunakan uji t ada dua rumus yang digunakan. Jika data hasil penelitian homogen, maka statistika yang digunakan adalah uji t. Namun, jika data hasil penelitian tidak homogen, maka statistika yang digunakan adalah uji t' (uji t aksen).

Ok sobat, langkah selanjutnya setelah pengujian kehomogenan data adalah pengujian hipotesis, penarikan kesimpulan, dan pengambilan keputusan. Tiga langkah terakhir sangat tergantung kepada objek penelitian yang sobat lakukan. Secara umum, syntax penelitian eksperimen adalah seperti penjelasan di atas. Jika masih belum jelas, syntax tersebut dapat dinyatakan pada gambar di bawah ini.


Semoga bisa memunculkan pemahaman sobat. Terima kasih.

Wassalamu'alaikum wr.wb.

Read this post till end

February 2, 2009

Booklet Materi Penyusunan UASBN SD

Assalamu'alaikum wr.wb.

Tanggal 3 s.d. 7 Februari kemarin, alhamdulillah, Dinas Pendidikan Provinsi memberi amanat kepada saya untuk menyajikan materi penyusunan soal UASBN SD. Untuk mengurangi resiko terinfeksi virus, maka bahan pelatihan tersebut saya upload disini. Kapada para peserta, mohon maaf ya, bukan maksud saya mempersulit kok. terima kasih.

Wassalamu'alaikum wr.wb.

>> DOWNLOAD <<


Catatan:
File yang saya upload dalam paket winrar. Jadi kalau belum punya download dulu winrar dan install softwarenya. Software gratisnya ada disini


Read this post till end

January 22, 2009

Penulisan Latar Belakang

Sobat penulis muda indonesia, hari ini saya menemui beberapa mahasiswa bimbingan skripsi saya. Luar biasa, latar belakang mereka hanya 3 s.d. 4 halaman! Kenapa luar biasa?
Bagaimana mungkin menuliskan latar belakang hanya sesingkat itu. Bahkan ketika sobat mengatakan alasan mencintai seorang gadis, lukisan puisinya bisa berhalaman-halaman panjangnya. :)
Barangkali 7 s.d. 8 halaman lebih pantas untuk sebuah latar belakang yang mencerminkan sebuah tulisan yang berkualitas. Ok sobat, prolognya terlalu panjang, kita mulai saja ya. Read more-nya klik dulu deh.

Latar belakang sebuah tulisan menempati posisi yang sangat strategis dalam sebuah tulisan. Pembaca akan memutuskan akan meneruskan membaca karya tulis kita atau tidak berdasarkan latar belakang yang kita susun. Pada latar belakang, pembaca harus menemukan ke-khas-an dari tulisan atau penelitian yang kita susun bila dibandingkan dengan penelitian-penelitian sebelumnya. Ketika kita sebagai penulis telah berhasil melakukan persuasif kepada pembaca, maka tulisan kita akan terus dibaca dan dimanfaatkan oleh pembaca walaupun tulisan kita tidak ideal.
Muara dari sebuah latar belakang adalah pada rumusan masalah. Sehingga semua yang dituliskan pada rumusan masalah harus sudah termuat dalam latar belakang.
Latar belakang suatu tulisan idealnya disusun berdasarkan piramida terbalik seperti berikut:



Akan saya coba jelaskan satu persatu bagian-bagian tersebut:
1) Tinjauan umum
Pada tinjauan umum, sajikan pandangan umum tentang tulisan saudara. Tinjauan umum sangat berkaitan dengan jurusan tempat saudara berkonsentrasi. Contoh, jika saudara berkonsentrasi pada pendidikan matematika, maka sajikan tentang pendidikan nasional. Jika tulisan saudara berkaitan dengan pendidikan di perguruan tinggi, dalam tinjauan umum, sajikan karakteristik pembelajaran di perguruan tinggi.
Contoh tinjauan umum yang sudah cukup baik ada disini - [go]

Tinjauan khusus

Tinjauan penelitian sebelumnya
Ke-khas-an tulisan
Identifikasi masalah secara umum
Rumusan masalah

>> bersambung, belum selesai ngetik artikel.

Read this post till end